Jakarta (v)

Pagi berkejaran dengan detik
Diam-diam menyelundupkan cahaya berbalut embun
Bersama dengan kepak harap yang gemuruhnya terdengar sampai di penghujung kampung kami

Dihunusnya sebilah belati kehidupan yang akupun tak tahu akankah ia memberi ataupun mengambil
Hanya rasa dan nafas yang jadi jalan dengan sesekali sepotong hati itupun jika ia teringat

Pagi ini Jakarta berkejaran dengan detik
Dan akupun ikut larut di dalamnya
beserta cahaya, embun dan kepak harap yang gemuruhnya terdengar sampai di penghujung kampung kami

Bintaro, 4.3.2011 08:26AM

Tak Lagi Punya…

orang-orang itu tak lagi punya pagar
karena para tetangga memakannya
demi seonggok pengakuan
yang tak jua jelas apa gunanya

orang-orang itu tak lagi punya atap
karena tetangga bilang tak boleh
demi seonggok perbedaan
yang jelas bukan urusannya

orang-orang itu tak lagi bisa berdoa
karena tetangga bilang mereka berbeda
demi hati yang terlanjur panas
hingga indra dan jiwa pun tak bertemu

15.08.2010, 02:32PM

Jakarta (iv)

surat kabar membungkus pagi
meremas setiap sudut

berita gurih berlompatan
dalam sekapan hidup

20.05.2010, 01:52AM

Jakarta (iii)

ah sudahlah,
tlah kubungkus asaku
bersama janji usang
yang kusimpan untukmu

bila saja aku bisa
menghitung detik
dalam satu nafas
di hadapanmu
maka tak perlu lagi
kau memeluk jalan
di sudut pasar
bermandikan embun

ah sudahlah,
kumpulan gedung itu
masih juga menertawakan
aku dan asaku
terbenam peluh hari
yang bulir-bulirnya kukumpulkan
dan berharap bisa ditukarkan
dengan selembar atap
dan sebidang tanah

ah sudahlah…

20.05.2010, 01:30AM

Jakarta (ii)

mengukur aspal
dalam peluh
hingga ke jingga

20.05.2010, 01:09AM

The Box

The box was sealed
I drove to nowhere
Drawing path in the sand
Sowing the seed

I still unpack my box
I keep it near horizon
So I can still open it
When it’s dark

…when you come

28.03.2010, 03:14PM

Insomnia

Malam tadi aku menonton film
yang kutanam dalam mataku
dan terpancar ke langit-langit

Sambil menangis aku menyimpan bola mataku
di sudut laci dalam lemari,
tapi suaranya masih terdengar

Sabar…mungkin sebentar lagi si aktor tiba.
Ia masih malu untuk memanjat keluar dari bibir.
Karena kakinya masih terjerumus di kerling mata

Gerimis mulai turun, dan aku mengambil payung
untuk berlindung sehingga bisa tetap menonton film
tentang gerimis yang membuka luka

Perihnya membuat aku menangis,
padahal sudah kusimpan bola mataku dengan rapi
dalam lipatan baju. Tapi tetap saja terdengar

Segera setelah pagi tiba kuputuskan untuk menguburnya
agar aku tak harus terus-terusan menonton film

22.03.2010, 07:34AM

We Are Here

we are here
lay down on the ground
watching the cloud
squezee each other hand
touch the rain, and
turning light into color

we still here
even you are there
and I’m somewhere else

20.03.2010, 04:02PM

Taman Bermain

Sepi adalah taman bermain bagi kesendirian. Di mana kesenyapan menjadi bunga dalam teriknya belantara bunyi.

Seperti yang kau dapati dalam peran-peran picisan pada film-film murahan, pada saat gundah menerpa maka sunyi membekap lalu membuatmu perlahan muak. Inilah saatnya gerbang sepi dibuka, dan beramai-ramai kesendirian melangkah masuk lalu duduk beriringan pada undakan tangga di dalamnya, menunggu giliran untuk masuk ke dalam kolam pembasuh duka.

Sepi adalah tempat ramainya duka di basuh. Satu demi satu berguguran menjadi perih yang pada akhirnya kami jadikan pupuk kehidupan yang berjalan.

18.03.2010 05:58PM

Kali Kedua

Ini adalah kali kedua…
Sebaris kerak hitam melingkar 1 centimeter dari bibir gelas seolah jadi saksi. Aku tak ingin tertidur, ucapmu dalam hati. Karena aku tak ingin sedetikpun melewatkan mu. Aku hanya punya waktu selemparan batu untuk sampai di jingganya ufuk. Dan ku harap kau mengerti.

Ini adalah kali kedua…
Dan kali ini aku memelukmu se erat aku memeluk ibuku saat aku dilahirkan. Aku tak peduli. Aku pernah kehilanganmu dan waktuku hanya selemparan batu, ijinkan aku memilikimu hanya untuk waktu yang tersisa. Jingga akan segera sampai di ufuk dan kau akan memberikan dirimu pada terang yang datang

Ini adalah kali kedua…
Dan asa begitu kejam, menipu dan merajam sampai ke butir debu. Menunggu hujan membasuh luka adalah permainan baru. Mereka lupa bahwa semua ini hanyalah bayang yang bermain dari balik tabir.

Ini adalah kali kedua…
Dan jingga pun tiba

13.03.2010 12:56AM