your smile
leaking in the dark
captured soul
28.02.2008, 02:09pm
your smile
leaking in the dark
captured soul
28.02.2008, 02:09pm
look,
from this lens
all fine
28.02.2008, 02:09pm
jump
into the soil
i gave up
28.02.2008, 02:09pm
like a kite
floating through the sky
hot breeze
28.02.2008, 02:09pm
Kini tinggal kita bertiga. Kau, aku dan jasad waktu yang tersisa dalam penantian panjang yang tak berkesudahan. Kelelahan menggurat wajah sepanjang pembuluh darah yang bisa kau sebut. Dan itu semua membekaskan jejak yang dalam.
“Oh, aku lelah….Akankah ini semua berakhir?” ucapmu sambil menahan sesengguk nafas yang makin lama makin membiru. “Sabar sayangku, yakin lah bahwa tidak akan lama lagi semua ini berakhir.” Kataku dengan tatapan kosong yang jelas tergambar kebimbangan yang amat sangat mencekik.
Sementara itu disamping kita berdua terbujur jasad waktu diselimuti lembar-lembar asa bercampur getah-getah kenyataan yang getir sebagai perekat agar tubuh yang makin membiru itu akan tetap hangat dan pada saatnya nanti akan bangkit memberikan harapan yang berwarna.
“Apa kau yakin dia akan kembali bersama kita?,” lirih mu, dengan sembab yang memeluk erat seolah tak ingin lepas dari gelayut wajah yang menyendu. “Ya sayang, dia akan kembali pada kita dan memberi harapan-harapan seperti apa yang aku janjikan dulu pada mu.” Semburat hangat dari pelukanku mengatur aliran nafas mu.
Kini tinggal kita bertiga. Kau, aku dan jasad waktu yang tetap terdiam dalam pergulatan asa dan batin yang tak berkesudahan. Kata demi kata berjatuhan. Asa demi asa terucapkan. Hanya untuk melewati hari-hari dimana tak kan pernah ada yang menghampiri kita bertiga
rawamangun, 04.04.2007, 01:04
simbal memukul
hi-hat menyusul
desis memantul
denting menari
tuts berlari
hati berdiri
kocok di dawai
tubuh melambai
janganlah lalai
ritma mencakup
chord menyusup
nada terlungkup
lantun melarut
irama melembut
ujung menyambut
: salut membungkuk
pondokindah, 06.03.2007, 11:12
sajadah terentang
beludru terhampar
tangisku terpampang
rinduku tergambar
sepetak kain dihadapan
menadah tebaran duka
sejenak terpana di depan
derai airmata terbuka
peluk Mu terhampar
di selembar kain
tempat ku menebar sujud
dengan gemuruh hati
sampai mengering sudah
tetesan embun di mataku
tinggalkan torehan jejak
yang dalam dan berliku
rawamangun, 09.05.2007, 10:45
mengunjungi senja
saat ia dipeluk jingga
sebelum akhirnya selimut malam
menyekap dalam sekelebat gumam
menunggu jingga
dari balik jendela hati
seperti melata jiwa
dalam benak sepi
milleniacafe, 29.05.2007, 16.33
aku adalah embun
berkeras memeluk kebun
dalam terik Mu nan rimbun
milleniacafe, 04.07.2007, 12:25
di sendi hatiku
terselip sepotong luka
yang ingin ku balut
dengan lembaran halus
berbulir air mata
di sendu hatimu
terselip sekerat asa
yang ingin ku timang
dengan hamparan lapang
dada seorang ibu
25.2.2008, 11:27