Hidup

Hidup ini aneh. Kadang kita merasa mengatur sebuah biduk kehidupan bukanlah hal yang sulit. Dengan guratan singkat dan jelas, memasukkannya ke mesin pengolah maka hidup akan berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan. Tapi ternyata tidak. Seperti analogi biduk, di laut luas, selepas jangkauan ternyata alam bisa merajam sampai tandas lunas biduk itu. Dan kadangkala tak sempat kita sadar, air sudah sampai ke leher dan waktu tinggal detik-detik yang bergema.

Hidup makin terasa aneh. Pada saat pemberontakan kecil yang kerap terjadi di beberapa buku dari kulit kepala sedemikian seru nya sehingga kita lupa yang mana yang seharusnya tetap ada di dalam kepala dan yang mana yang bisa kita lepaskan ke udara. Kita lupa bahwa di tubuh kecil ini masih tergantung infus berisikan oksigen yang menempel di hidung. Kita lupa bahwa setiap nafas di dunia ini terhubung satu sama lain. Dan jika kita terus-terusan lupa dan tidak ingin mencoba kembali maka selamat datang di panggung raksasa dimana kita semua jadi aktor dadakan, di sutradarai oleh sekelebat kabut abu-abu yang tidak bisa kita tebak akan menjadi putih ataukah hitam.

Hidup memang aneh. Dan anehnya kadang kita tidak merasa aneh. Di tengah buaian suara yang muncul di otak bagian belakang yang kita sendiri tidak tahu asalnya darimana membuat kita semakin yakin sebesar lubang yang menganga ketika kita berjalan dengan wajah tengadah.

*hasil modifikasi dr tulisan singkat di sini*

11.02.2009, 12:34AM

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.