Bukalah…

Dalam tanda tanya kembali tertegun mata kecil itu. Mata yang sudah bertahun-tahun kutatap, yang selalu penuh dengan kasih, kini terlihat dipenuhi awan kelabu. Mata yang dahulu bak samudra kini sedang dilanda badai yang mengkerucut, hingga menusuk kedalam dasar yang terlanjur membiru.

Tanpa tanda-tanda kembali ku coba untuk menenangkannya. Sebatang padi yang terkulai bukan karena putik yang dipenuhi bulir, namun terpancar kelelahan yang menjerat dan mengekang isi kepala. Tak kudapat jawaban yang lebih jelas seolah matahari sedang terbenam di timur lalu dari ufuk ia meminta tolong dari pelukan tabir gelap.

Dengan hati hampa, sepasang kuping dan sebentuk hati coba kuberikan. Dengan sejumput harap apapun yang tumbuh dan bergejolak akan bisa tertampung untuk kemudian diuraikan menjadi bulir-bulir bambu yang siap untuk dianyam menjadi sebuah kehidupan baru.

Kini…
Bukalah…

18.03.2009, 01:11AM

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.